Perkembangan Sistem Layanan Indonesia Cashless Society

Perkembangan Sistem Layanan Indonesia Cashless Society

Seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi, cara bertransaksi masyarakat Indonesia sudah mulai mengalami perubahan. Dulunya uang yang digunakan dalam melakukan transaksi atau payment masih uang tunai, berbeda dengan sekarang yang sudah menggunakan uang elektronik atau lebih dikenal dengan istilah e-money yang menjadikan perkembangan sistem Indonesia cashless society. Peralihan transaksi e-money ini terjadi karena campur tangan aturan Bank Indonesia (BI) di tahun 2009 yang lalu.

Dengan tujuan mendukung proses transaksi dan payment yang menggunakan uang elektronik tersebut, tepat di tahun 2014 Bank Indonesia (BI) mulai mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dari gerakan ini baik masyarakat, pelaku bisnis, dan lembaga pemerintah diharapkan bisa lebih sadar akan penggunaan sarana pembayaran non tunai. Sampai pada akhirnya masyarakat sudah bisa merasakan kebijakan dalam pembayaran bus Transjakarta, KRL, dan pembayaran jalan tol.

Sistem Layanan Indonesia Cashless Society

Dilihat berdasarkan kacamata ekonomi digital, wacana gerakan non tunai semakin berkembang dengan pesat memasuki tahun 2017. Bahkan kabarnya pemerintah Indonesia telah membuat keputusan dengan memberlakukan pembayaran pada semua pintu tol di seluruh Nusantara. Tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan sistem payment non tunai saja, kebijakan tersebut bertujuan untuk mencapai masyarakat digital di tahun 2020 melalui program “go digital vision 2020”.

Trend Indonesia cashless society sebenarnya sudah jauh-jauh hari dilakukan oleh negara-negara maju. Adapun negara yang paling juara dalam mengaplikasikan sistem transaksi non tunai ini adalah Belgia pada tahun 2014. Selanjutnya diikuti oleh Kanada, Perancis, Swedia, dan Inggris. Sedangkan di wilayah benua Asia, negara Tiongkok menjadi negara yang hampir sepenuhnya meninggalkan transaksi menggunakan uang tunai. Saat ini masyarakat Tiongkok mulai menggunakan Alipay dan WeChat Pay.

Apa Saja Keuntungan Sistem Indonesia Cashless Society?

Bagi masyarakat awam, kemunculan sistem Indonesia cashless society mungkin masih terdengar asing apalagi ketika mereka belum mengetahui dengan pasti apa saja keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan layanan tersebut. Dilansir dari sosialisasi GNNT Bank Indonesia, sampai saat ini terdapat beberapa manfaat dan keuntungan menggunakan alat pembayaran non tunai.

  • Dari sisi keamanan dan kepraktisan, transaksi non tunai relatif lebih aman dan lebih praktis apalagi hanya menggunakan chip based atau server based. Berbeda dengan transaksi menggunakan uang tunai yang cenderung lebih banyak memakan tempat.
  • Dengan adanya sistem cashless, hal ini bisa lebih menekan biaya pengelolaan uang rupiah dan cash handling. Selain itu, penggunaan sistem cashless bisa membantu menekan ongkos percetakan uang tunai yang setiap tahunnya memerlukan anggaran Rp.3,5 triliun.
  • Perencanaan ekonomi menjadi lebih akurat karena sistem layanan transaksi non tunai akan tercatat dengan lebih lengkap dan mudah dilacak.
  • Pengurangan transaksi uang tunai yang digantikan dengan layanan sistem cashless diharapkan bisa meminimalisasi kejahatan kriminal dan menekan potensi kehilangan angka dalam produk domestik bruto.
  • Dengan penggunaan alat pembayaran non tunai atau sistem cashless bisa lebih meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian negara.

Penerapan kebijakan layanan Indonesia cashless society sebenarnya tidaklah mudah. Meskipun saat ini masyarakat sudah tidak asing lagi dengan layanan e-commerce dan marketplace yang berkembang dan memanjakan mereka dalam bertransaksi secara online, apakah bisa masyarakat beralih sepenuhnya ke dompet digital? Dalam perkembangannya khususnya di negara Indonesia mungkin inilah yang harus dipertimbangkan dengan baik sebelum benar-benar menggunakan sistem cashless sepenuhnya.