Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Perhitungan Kalender

Menghitung usia kehamilan sangatlah penting untuk dilakukan, karena kehamilan adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah berumah tangga. Suatu pasangan pastinya ingin segera memiliki buah hati, terlebih lagi bagi yang mendapatkan dorongan dari pihak orang tua yang ingin segera menimang cucu. Oleh karena itu para pasangan banyak mencari cara dan memprogramkan untuk bisa cepat hamil dan memiliki momongan. Akan terasa lengkap dan sempurna rasanya apabila di tengah-tengah pasangan terdapat bayi yang menggemaskan dengan ocehan dan tangisannya.

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Perhitungan Kalender

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Perhitungan Kalender

Pentingnya Menghitung Usia Kehamilan

Proses kehamilan dilalui oleh sang ibu dan janin selama sekitar 9 bulan, di mana sang ibu dan janin harus berjuang bersama hingga akhirnya sampai pada proses persalinan dan mereka bisa dipertemukan di dunia. Selama melewati masa kehamilan yang tidak singkat ini, banyak ibu yang memeriksakan kehamilannya kepada dokter atau bidan. Hal ini ditujukan agar kesehatan ibu serta tumbuh kembang janin dapat selalu terpantau sampai dengan proses persalinan nanti.

Di dalam kandungan, janin akan melalui berbagai fase pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, dengan mengetahui usia kehamilan ibu dapat menyesuaikan berbagai kebutuhan janin yang masih ada di dalam kandungan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan secara Manual

Ibu hamil dapat mengetahui usia kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan atau bidan terdekat. Penghitungan usia kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya dengan metode perhitungan kalender, kalkulator kalender, kalender kehamilan, tinggi puncak rahim, gerakan janin, sampai dengan pemeriksaan USG.

Akan tetapi, ibu hamil dapat juga melakukan penghitungan usia kehamilan secara manual. Salah satu cara yang mudah dan juga akurat adalah dengan metode penghitungan kalender. Dalam penghitungan usia kehamilan dengan metode ini, pada dasarnya adalah dengan menggunakan dua patokan, yakni hari pertama haid terakhir atau HPHT dan hari perkiraan lahir atau HPL.

Proses kehamilan dilalui sekitar 9 bulan atau 40 minggu atau 280 hari jika dihitung dari hari pertama haid terakhir. Penghitungan dengan metode ini nantinya akan menggunakan rumus Naegele yaitu:

(Tanggal HPHT + 7), (Bulan haid terakhir – 3), (Tahun haid terakhir +1) = hari, bulan, tahun (HPL)

Wanita yang siklus menstruasinya teratur, dapat menggunakan perhitunagn ini. Apabila bulan pada HPHT tidak bisa dikurangi 3 (Januari, Februari, dan Maret), maka bisa ditambahkan dengan 9 tetapi pada tahun tidak usah di tambah dengan angka 1 (lihat rumus).

Manfaat Menghitung Usia Kehamilan

Dengan melakukan perhitungan ini, ibu dan ayah dapat mengetahui usia kehamilan, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan atau persiapan sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa manfaat dari penghitungan usia kehamilan antara lain:

  • Ibu dan ayah dapat menyesuaikan kebutuhan bagi tumbuh kembang janin
  • Mengetahui usia yang tepat untuk melaksanakan pemeriksaan USG
  • Ibu dan ayah dapat mengetahui dan lebih siap dalam menghadapi segala risiko dan kemungkinan yang dapat terjadi kepada janin dan ibu hamil

Ibu yang hamil harus selalu menjaga kesehatan dan memantau tumbuh kembang janin, salah satunya dengan menghitung usia kehamilan. Namun, kesehatan ibu sendiri juga harus selalu dijaga karena ibulah yang menjadi sumber kehidupan janin. Jika ibu sehat, maka anak juga akan sehat, sedangkan jika ibu sakit, maka kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami hal yang sama. Peran ayah dalam hal ini adalah ikut membantu ibu dalam mengingatkan, menjaga, serta setia mendampingi ibu dalam berbagai kondisi, karena kesehatan psikis ibu yang baik juga akan membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan janin.

Add Comment